Mengkonsumsi sosial media berlebih mematikan kreatifitas

Semua orang pasti tau apa yang namanya sosial media. Terlebih kaum remaja saat ini yang menjadikan sosial media sebagai mainan wajibnya. Didukung juga teknologi smartphone untuk menjalankan seluruh akun sosial media mereka.

Cenderung yang melatar belakangi para remaja menggunakan media sosial ini bermacam alasannya. Ada yang sekedar mencari teman, pacar bahkan banyak juga yang cari masalah.

Sosial media memang baik tapi tidak lebih baik dari mencari ide untuk berkreatifitas.
Memang sosial media mempunyai sisi baik untuk remaja. Tetapi banyak remaja tidak memanfaatkan sisi baiknya. Mereka lebih cenderung bermalas-malasan.

Beda dengan orang yang memanfaatkan sisi baik dari sosial media. Mereka bisa bisnis dari sosmed dan juga bisa memposting kreatifitasnya.
Saat ini yang kita bicarakan adalah yang menjadi efek negatif sosial media bagi banyak remaja yang menyalahgunakan fungsinya.

Mengkonsumsi sosial media berlebih dengan porsi hampir tiap jam aktif akan membuat malas pengkonsumsinya. Sangat disayangkan masa remaja yang mengisi waktunya dengan hanya bermain sosial media, seharusnya memaksimalkan daya kreatifitas di usia muda.
Dengan dimudahkan oleh sosial media untuk berinteraksi, para remaja akan menutup diri berinteraksi dengan dunia luar yang nyata.

Sehingga dampak tersebut akan menjadikan para remaja menurun tingkat kepercayaan dirinya.
Kepercayaan diri adalah bekal untuk menggapai cita-cita, dimana kepercayaan diri berkaitan erat dengan kemampuan diri dalam hal apapun.

Tanpa adanya rasa percaya diri, orang cenderung diam di tempat. Karena merasa kemampuanya kurang, padahal kemampuan tersebut melampaui batas angan mereka.

Tetapi akan menjadi baik ketika mengurangi waktu bersosial media dan membaca buku atau artikel tentang cara membangkitkan rasa percaya diri pada diri sendiri.

 

Baca juga Cara membangkitkan rasa percaya diri

 

Sosial media memang berisi hal-hal yang menarik dan disukai oleh generasi muda
karena alasan tersebut, generasi muda saat ini menjadikan sosial media menjadi prioritas mereka, bahkan sosial media menjadi prioritas utama dibandingkan dengan sekolah dan keluarga.

Banyak para remaja menggunakan sosial media mengibaratkan menjadi dunia nyata. Mulai dari berdoa saja terkadang harus di post-kan di sosial media. Ucapan-ucapan yang seharusnya baik di ucapakan di dunia nyata malah mereka menggunakan media sosial sebagai perantara.

Lebih anehnya lagi ada istilah cyberbully, dengan senang sekali para remaja ini menjatuhkan karakter orang. Sosial media mereka salahgunakan untuk aksi menghakimi suatu kelompok ataupun person.

Remaja yang aktif melakukan cyberbully, di dunia nyata secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap pola pikir mereka. Efek dari pola pikir negatif ini akan membuat mereka enggan untuk berkreatifitas. Karena kemampuan yang dia miliki tertutupi rasa ketidakpercayaan terhadap dirinya sendiri.

Keberadaan sosial media memang tak bisa dihandari lagi. Karena pesatnya pertumbuhan teknologi yang berlomba-lomba membuat terobosan untuk memanjakan manusia. Dampak buruk pasti ada tapi kita perlu menyikapinya dengan sewajarnya dan sesuai porsi dalam penggunaanya. Imbangi dengan bersosial di dunia nyata.

Tags: