Cara merubah sifat perfeksionis pada remaja

perfeksionis

Remaja punya sikap perfeksionis adalah mereka yang selalu menginginkan tampil sempurna, atau bahkan menjalani semua aktivitasnya tak boleh meleset dari yang sudah di angan-angànkan. Tak jarang penampilanpun harus memiliki nilai perfeksionis. Tanpa memikirkan kemampuan yang saat ini dimiliki.
Mereka menyakini kalau sempurna itu akan membuat mudah segalanya.
Dalam hal ini cenderung mendapatkan kebalikan dari apa yang mereka idamkan. Mereka dengan sikap perfeksionisnya lupa akan proses pada dunia nyata. Padahal di dunia nyata sebuah proses menuju kesempurnaan itu butuh waktu dan itu nggak membutuhkan kesempurnaan di awal.
Sikap perfeksionis yang dimiliki kebanyakan remaja akan menimbulkan sikap obsesif bahkan bisa menjadi penyebab minder. Kalau tidak segera dirubah sifat tersebut takutnya akan menjadi stress dan bahkan bisa frustasi.
Berikut kami rangkumkan cara yang bisa buat kalian merubah sifat perfeksionis.

Menyikapi pujian dengan biasa

Ketika seseorang di puji akan hasil yang baik kalau orang tersebut tak mampu mengontrol. Yang ada hanyalah sebuah sifat perfeksionis, akan terus menginginkan hasil yang sempurna. Terkadang itulah yang malah membuat kamu bisa turun peringkat. Nikmati saja pujian tersebut lalu tetap berjalan diatas kemampuanmu. Mencoba menyadari akan gelombang yang turun naik.

Misal kamu mendapat rangking dikelas , banyak teman atau keluarga yang memuji kamu. Kalau tidak bisa mengontrol kamu pasti terpikir oleh beban untuk tahun depan harus mendapatkan rangking yang sama. Di waktu belajarpun kamu teringat pujian mereka, nyaris setiap waktu kamu terbebani oleh pujian itu. Alhasil belajar kamu kurang konsentrasi. Di waktu yang sama ada teman kamu berusaha menjadi calon pengisi posisi kamu. Dia terus belajar dan yang dia pikirkan juga terpusat pada mata pelajaran. Dengan menikmati masa belajarnya itu dia sama sekali tak punya pikiran harus rangking 1. Dia berpikir untuk mengetahui cara mendapatkan rangking satu.
Pada saat pembagian rapot ternyata rangkingmu anjlok dan teman kamu yang menikmati proses belajar dengan acuan bagaimana caranya mendapatkan rangking satu tersebut yang bisa menggeser kamu.

Itulah sebagai gambaran jika kamu tak mampu mengendalikan suatu sifat perfeksionis dari sebuah pujian.
Carilah motivasi jangan jadikan pujian sebagai acuan, itulah yang bisa buatmu mempertahankan prestasi.

Jangan Membandingkan

Jangan membandingkan merupakan cara yang mungkin tak kamu sukai , tapi inilah cara yang paling tepat untuk mengatasi sikap perfeksionis.

Berhentilah membandingkan diri kamu dengan orang lain. Perkataan tersebut memang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, ayolah berpikir kamu diciptakan untuk menjadi kamu, bukan untuk menjadi orang lain. Berhenti berusaha untuk menjadi “sempurna” dalam pikiranmu. Tapi pikirkanlah bagaimana proses yang baik menuju apa yang kamu harapkan.

Itulah cara yang bisa kamu terapkan untuk merubah sifat perfeksionis.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *